Jumat, 29 Agustus 2008

KEBERUNTUNGAN


Ada 3 orang yang setiap hari berpapasan dengan anda di jalan.

Orang 1 : Lewat di depan anda dengan cepat dan tanpa menoleh.
Orang 2 : Lewat di depan anda sambil menganggukkan kepala dan berlalu.
Orang 3 : Lewat di depan anda sambil tersenyum, menyapa dan mengucapkan salam kepada anda sebelum berlalu.

Suatu hari, anda punya rejeki lebih dan ingin berbagi kepada orang lain, anda ingat kepada ketiga orang yang sering anda jumpai setiap hari, dan anda ingin berbagi kepada mereka. Dari ketiga orang ini yang mana kira-kira yang akan anda ingat ? manakah yang akan anda beri ?

Pasti orang 3, benarkan ? Bagaimana pandangan orang 1 dan 2 ? mereka pasti berpikir,"Wah...Beruntung sekali orang 3 yang mendapatkan rezeki'. Apakah benar orang 3 adalah orang yang beruntung ?

MORAL CERITA :

Keberuntungan seringkali dipersepsikan sebagai sebuah anugerah atau nasib baik yang sudah digariskan. Tapi sebenarnya keberuntungan adalah sebuah kondisi yang dapat diciptakan.

Apakah petani dapat memanen padi, atau seseorang dapat menjadi presiden, hanya karena keberuntungan ? Hasil yang mereka dapatkan tumbuh dari benih yang mereka taburkan. Terdapat usaha dan kemauan dalam setiap langkah keberhasilan.

Untuk menciptakan keberuntungan, diperlukan kerendahan hati, kesabaran, keyakinan, dan ketulusan. Keberhasilan dan kesuksesan akan mengikuti setiap jejak dari pikiran dan tindakan yang positif. Ketika ia tiba dihadapan kita, inilah yang disebut keberuntungan.

Kamis, 28 Agustus 2008

PESAN SANG AYAH


Dahulu kala tinggallah 2 orang kakak beradik. Sebelum ayah mereka meninggal, ia hanya berpesan dua hal :
pertama, jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu dan
kedua, jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang bungsu menjadi semakin miskin. Ibunya yang masih hidup menanyakan penyebab hal itu kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu : ini gara-gara aku mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa aku tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku. Dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih.

Juga ayah berpesan supaya kalau pergi atau pulang dari rumah ke toko, sebaiknya wajahku tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya aku harus naik becak atau andong. Sebetulya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibu juga bertanya hal yang sama. Jawab anak sulung : ini semua adalah karena aku mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya aku tidak menagih kepada orang yang berhutang kepadaku, maka aku tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut.

Juga ayah berpesan agar supaya jika aku berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya tokoku buka sebelum toko lain buka dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama.

MORAL CERITA :

Tanggapan kakak beradik terhadap pesan yang sama ini sungguh berbeda. Allah tidak penah selalu memberikan caranya, tetapi ia memberikan hikmat supaya kita menggunakannya dan bertumbuh. Sikap kita menghadapi sebuah situasi menentukan hasilnya.

Your attitude determines your altitude.