Minggu, 07 September 2008

PIKIRAN YANG SEMPIT


Seorang musafir yang kemalaman meminta ijin menginap di sebuah sekolah. Tapi di sana ada peraturan, tamu yang ingin menginap harus beradu debat, bila ia menang, maka ia boleh menginap.Si guru mewakilkan pada muridnya untuk berdebat, sedangkan dirinya menunggu di luar.

Di dalam ruangan, mula mula si musafir mengangkat 1 jari dan langsung dibalas oleh si murid dengan mengangkat 2 jarinya. Selanjutnya si musafir mengangkat 3 jari. Melihat ini si murid mengepalkan tangan, lalu meninju wajah si musafir.

Dengan menahan kesakitan, si musafir keluar menemui si guru di depan, dan berkata,"Murid anda luar biasa, ketika kuangkat satu jari yang berarti Tuhan yang satu, ia membalas dengan 2 jari yang berarti , Tuhan dan Rasulnya.

Kemudian kuangkat 3 jari yang berarti Tuhan, Rasul dan Ajarannya, dia mengepalkan tangan, mengartikan semuanya adalah satu kesatuan, dan ditinjunya wajahku supaya aku ingat selalu akan hal ini, saya kalah...saya mohon diri".

Setelah si musafir pergi, si murid datang dan menemui guru sambil marah-marah dan berkata"Guru, betapa kurang ajarnya tamu tadi.

Pertama-tama ia melihat mataku yang cuma satu, ia mengejekku dengan mengangkat 1 jarinya. Tetapi, kusabarkan diri, sebagai tamu, kuhormati dia dengan mengangkat 2 jari, memuji dua matanya yang sempurna. Lagi-lagi ia mengejekku, menunjukkan 3 jari, berarti jumlah mata kami berdua yang cuma tiga, hilang kesabaranku, kutinju dia !!!".

MORAL CERITA :

Sering kita berpikir, mengapa orang lain sulit memahami diriku ? Tak mau mengerti keinginanku ? Padahal kita sudah menunjukkan perasaan dengan berbagai cara dan tanda.

Eit....! Jangan mudah menyalahkan orang lain dulu. Mimik bisa menipu, sikap bisa berbeda dengan perasaan. Apakah orang tertawa pasti gembira ? Apakah orang menangis pasti bersedih ? Semua tak pasti. Setiap orang hanya bisa menduga dan menebak.

Jadi kalau mereka keliru dalam menginteprestasi sebuah kondisi, wajar-wajar saja. Hanya pikiran yang sempit yang menganggap dirinya bisa dipahami sepenuhnya oleh orang lain, bagaimana mengharap orang lain memahami diri kita sedangkan kita sendiri pun belum tentu bisa memahami diri sendiri !

Jadi, mulailah membuka komunikasi, jujur dan rendah hati. Sehingga, orang lain bisa mengerti dan memahami.

ARTI CINTA


Seorang gadis mengeluh, setiap kali ia bertanya kepada pacarnya"Mengapa kamu cinta padaku ?", pacarnya tak pernah menjawab, hanya diam dan tersenyum.

Teman-temannya yang lain selalu punya alasan mengapa pacar mereka mencintai mereka, "Karena suaraku yang merdu !" sahut si C.

Semakin lama gadis ini semakin marah dan kecewa."Setiap kali kutanya ia diam, berarti pacarku tidak mencintaiku lagi ! Akan kuputuskan saja dia !", pikir si gadis di dalam hati.Dan, akhirnya diputuskannya sang pacar dan jalinan kasih mereka.

Beberapa bulan kemudian, si gadis pergi ke luar kota , dan terjadi kecelakaan yang dahsyat, wajahnya cacat, ia menjadi bisu, dan kakinya harus diamputasi. Si gadis begitu sedih,"Mana ada lagi laki-laki yang mau mendekati seorang gadis cacat dan tak lagi berarti seperti diriku ?", pikirnya di dalam tangis.

Suatu hari, pacar yang dulu pernah diputuskannya datang. Karena si gadis tak lagi bisa berbicara, dengan menulis di atas kertas ia bertanya kepada mantan pacarnya,"Mengapa kamu masih datang kemari, kini aku cacat dan sudah tidak berarti...".

Si pemuda dengan tersenyum berkata,"Dulu, aku tak bisa menjawab ketika kamu selalu bertanya, mengapa aku mencintaimu. Kalau dulu kukatakan aku mencintaimu karena kamu pandai bernyanyi, tentu setelah kamu bisu, tak ada alasan lagi bagiku untuk mencintaimu, ?Kalau kukatakan karena kamu pandai menari, msih adakah cintaku padamu setelah kakimu diamputasi ? Dan kalau kukatakan karena wajahmu yang cantik dan menarik, tentu cintaku hilang setelah wajahmu cacat dan jelek.

Jadi, dari dulu, sekarang, hingga nanti, aku mencintai kamu tanpa alasan, aku mencintai apa adanya kamu !".

MORAL CERITA :

Cinta adalah memberi,memberi, dan memberi. Cinta yang murni tak pernah meminta, tak pernah menuntut. Ia hadir tanpa pamrih, ia penuh dengan keikhlasan.

Dengan cinta, hidup terasa manis dan indah. Coba kita ingat, ketika masih pacaran, bagaimana rasanya cinta, indah dan membahagiakan bukan ?, mengapa ? Karena cinta selalu memaafkan, selalu menutupi kelemahan dan kekurangan.

Wajah sang pacar berjerawat, dibilang bagai malam dihiasi bintang. Badan sang pujaan gemuk bagai buntelan, dibilang seksi nan menawan, dan seribu satu pembenaran lainnya.

Tapi setelah menikah dan cinta mulai memudar, apa yang dikatakan ? Tahu sendirilah apa jawabannya !. Jadi , jagalah hati dengan cinta, agar hidup terasa lebih indah.