Minggu, 07 September 2008

IRI HATI


Andaikan saat ini Anda diberikan uang sejumlah Rp. 50.000,' (lima puluh ribu rupiah), apakah anda menjadi senang ? Pasti senang, hari gene....siapa sih yang tidak senang mendapat rejeki, gratis lagi. Saat ini pasti Anda akan benar-benar bahagia.

Nah ! selanjutnya sahabat di sebelah tempat duduk Anda diberikan uang sejumlah Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah). Melihat in bagaimana perasaan Anda sekarang ?

Masihkah ada sisa-sisa kebahagiaan yang barusan anda rasakan ? Ataukah di dalam pikiran Anda mulai timbul pertanyaan, "Mengapa ia mendapat lebih dibanding saya ? Apa sih kelebihannya ? bagaimana sih hitungannya ?" dan seterusnya...dan seterusnya....

MORAL CERITA :

Ketika kita melihat orang lain mendapatkan lebih..lebih sukses, lebih kaya, lebih berhasil, dan lebih bayak dibanding yang kita dapatkan, dapatkah kita memandangnya dengan hati bahagia ? Ungkapan "Senang lihat orang susah, susah lihat orang senang" mungkin lebih tepat menggambarkan keadaan ini.

Perasaan sirik,dengki, dan iri dapat membutakan mata hati, membuat kita tak mampu melihat persoalan dengan jernih. Kita memandang dengan sinis, mencari segala alasan yang mungkin untuk menyenangkan hati, dari mencela sampai mencaci.

Bagaimana kita bisa merasa lebih, bila tak pernah berpuas diri ? Lihatlah ! betapa rasa iri mampu melenyapkan kebahagiaan dalam sekejap dan tanpa kita sadari.

Yakinlah, berapapun yang kita dapatkan tidak akan berarti bila selalu dibandingkan-bandingkan dengan yang berlebih. Semua hal ada kurangnya, ada juga lebihnya, tidak ada satupun yang sempurna di dunia ini.

Berani mengatakan cukup dan berpuas diri, kebahagiaan pasti akan kita raih !.

Rabu, 03 September 2008

SUARA HATI


Seorang ayah dengan anaknya hendak menjual seekor keledai ke pasar. Pagi-pagi mereka sudah berangkat sambil menuntun keledainya. Mula-mula mereka melihat orang-orang menertawakan mereka,"Bodoh sekali mereka, ada keledai tapi tak ditunggangi...!".Mendengar itu mereka berduapun naik ke atas keledai dan melanjutkan perjalanan.

Sambil berjalan, orang-orang kembali mencemooh mereka,"Ayah dan anak tak berperasaan, keledai begitu kecil ditunggangi berdua..!". Mendengar itu, si ayah turun dan si anak tetap menaiki keledainya, sambil berjalan, mereka melihat orang-orang mulai mengejek,"Benar-benar anak tak berbudi, duduk sendiri, membiarkan ayah berjalan kaki...!.Mendengar itu, buru-buru sang anak turun dan ganti si ayah yang duduk di atas keledai.

Mereka melanjutkan perjalanan tetapi kembali orang-orang memarahi,"Orang tua tak tahu diri, enak-enak sendiri, membiarkan anak berjalan setengah mati...!" Mendengar ini, mereka berdua akhirnya turun dan duduk di pinggir jalan, tak tahu apa lagi yang harus dilakukan.

MORAL CERITA :

Demikian juga dalam hidup ini, setiap saat kita akan menemui orang-orang yang akan selalu melihat kesalahan dan kekurangan kita, orang-orang yang iri dan tidak suka atas kebahagiaan dan kesuksesan kita, dan mereka yang lebih sering mengejek dan mencela kita.

Percayalah apapun yang kita kerjakan, tidak ada yang sempurna, tidak ada tindakan yang 100% benar dan bisa menyenangkan semua orang, selalu akan ada kelemahan dan kekurangan.

Ada saatnya, cobalah kita meluangkan sedikit waktu, untuk berdiam di dalam keheningan dan ketenangan, membuka hati dan pikiran, dan mendengar suara hati kita.

Ada kalanya, suara hati bisa menjadi sahabat dan penuntun hidup kita yang terbaik.